JNE Yogyakarta Sambut 18 Mahasiswa UGM yang Pulang dari Pulau Maradapan

02 November 2017

Oktober  2017, Yogyakarta – 27 tahun mewarnai Indonesia bagi JNE adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh makna dan kini telah berkembang menjadi perusahaan multinasional dengan 6000 lebih jaringan yang tersebar hingga ke pelosok Indonesia. Keberadaanya di kota besar sampai dengan kecamatan yang diperkuat dengan 40.000 karyawan di seluruh nusantara, mulai dari karyawan kantor pusat, cabang utama hingga karyawan JNE milik mitra, dari berbagai suku, agama serta Bahasa, membuat JNE menjadi bagian dari masyarakat.

Hal tersebut melatarbelakangi JNE untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, seperti yang dilakukan JNE Yogyakarta dalam memberikan dukungan kepada 18 mahasiswa UGM yang tergabung dalam Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2017.  Kegiatan ekspedisi Nusantara Jaya ini merupakan program Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk melakukan aksi nyata menuju Poros Maritim Dunia.

Dalam program tersebut 18 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang berasal dari berbagai fakultas, terpilih dalam seleksi untuk melakukan ekspedisi ke pulau Maradapan, Kalimantan Selatan. Ekspedisi dengan menggunakan kapal perintis sabuk nusantara 57 ini dilaksanakan selama dua minggu, dimulai dari keberangkatannya pada 10/9 dan tiba di Pulau Maradapan pada 12/9. Selama dua minggu mereka melaksanakan berbagai macam program, baik di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, pariwisata, dan perekonomian di pulau yang berpenduduk tidak lebih dari seribu jiwa tersebut.

Ketika JNE Yogyakarta menyambut kedatangan mereka pada 24/10 lalu, para mahasiswa peserta ekspedisi ini banyak berbagi cerita sekembalinya dari Pulau Maradapan, salah satunya mengenai sumber daya alam yang melimpah luar biasa di kepulauan dengan penduduk yang sebagian besar hanya tamatan Sekolah Dasar. Salah satu sumber daya alam yang melimpah adalah berbagai jenis ikan, sehingga nelayan menjadi mata pencaharian utama masyarakat disana. Selain itu, tak seperti kepulauan lain yang dipenuhi pohon kelapa, di Maradapan justru dipenuhi oleh pohon pisang. Namun alam yang kaya tersebut memiliki berbagai permasalahan sosial, seperti kurangnya sektor pendidikan, infrastruktur, kesehatan dan sebagainya. Hal inilah yang menjadi alasan utama para mahasiswa tersebut melakukan ekspedisi ini.

Salah satu perwakilan ENJ UGM 2017, Andrianto Maulana menyampaikan bahwa “Kami berterimakasih pada semua pihak yang telah membantu program ini, baik pemerintah, Rektorat UGM maupun swasta. Semoga apa yang telah kami lakukan memberikan manfaat bagi masyarakat Maradapan dan dapat berkelanjutan”, ujar mahasiswa FMIPA UGM ini.

Berbulan-bulan sebelum keberangkatan, para mahasiswa ini mengumpulkan donasi untuk mendukung program kerja mereka disana. Semangat membangun negeri inilah yang diapresiasi JNE Yogyakarta dengan slogan “connecting happiness” untuk terlibat dalam ENJ UGM 2017. JNE Yogyakarta membantu pengiriman donasi berupa pakaian layak pakai, buku dan peralatan sebanyak 13 paket seberat 247 kg untuk mendukung program kegiatan di Pulau Maradapan.

Selama berada di Maradapan, mereka melaksanakan pendampingan pada siswa sekolah dasar serta melakukan penyuluhan kesehatan, khususnya masalah penanggulangan sampah yang menjadi fokus mereka selama di Maradapan. “Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah agar lingkungan menjadi bersih dan sehat, yang tentunya akan berpengaruh juga pada penurunan endemik malaria di wilayah ini”, ujar Andri.

Customer Care (021) 2927 8888