Ismet Fachrurozi, Pimpinan Cabang JNE Mojokerto Kembangkan JNE dan Kontribusi untuk Mojokerto

15 May 2019

Mei 2019 – Sejak berdiri di tahun 1990 JNE terus mengembangkan jaringan hingga ke seluruh wilayah di Indonesia. Pembangunan infrastruktur diseluruh daerah diharapkan dapat menunjang performa distribusi pengiriman hingga ke pelosok desa. Termasuk di wilayah Jawa Timur salah satunya adalah Mojokerto. Kota yang letaknya 50 km barat daya Surabaya ini merupakan kota penyangga utama Ibu kota Provinsi Jawa Timur. Kota ini mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga masuk dalam kawasan metropolitan Jawa Timur yang dikenal dengan Gerbangkertosusila (Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan). Disamping itu Mojokerto juga dikenal dengan industri sepatu dan sandal. Produsen sepatu dan sandal ini juga menjadi komoditi pengiriman terbesar di JNE. Tak hanya ke seluruh Indonesia, pemasaran sepatu dan sandal asal Mojokerto juga merambah pasar Eropa, Amerika dan Timur Tengah.

Hal ini yang melatarbelakangi pengembangan JNE hingga ke wilayah Mojokerto. JNE Mojokerto didirikan pada tahun 2004. Pada awal berdiri JNE Mojokerto menempati lokasi di Jl. Empunala Mojokerto. Kini lokasi pindah ke kawasan ruko Jl. Pahlawan No. 25 Mojokerto dengan pelayanan 24 jam. Ismet Fachrurozi kemudian diberi kepercayaan untuk memimpin JNE Mojokerto mulai tahun 2014. Boy sapaan akrabnya memulai karirnya di JNE sebagai Customer Service pada tahun 2000. Dua tahun sebagai Customer Service membuat Boy sangat memahami kebutuhan pelanggan. Ia kemudian ditempatkan pada beberapa posisi mulai dari Sales Counter Officer, Account Executive hingga masuk ke departemen Human Capital sebagai Trainer. Meskipun sebagai Trainer namun tugas Boy tak jauh-jauh dari pelayanan pelanggan karena Boy memimpin tim Trainer khusus bagi petugas sales counter JNE.

Berbekal semua pengalamannya tersebut Boy kemudian mengaplikasikan ilmu di JNE Mojokerto. Pada saat awal masuk, Boy memiliki obsesi agar JNE Mojokerto memiliki gedung dan armada operasional sendiri. Usaha tak mengkhianati hasil, pada tahun 2015 JNE Mojokerto telah memiliki gedung yang difungsikan sebagai warehouse inbound seluas 700 m². Selain itu dalam lima tahun terakhir JNE Mojokerto telah memiliki 39 titik layanan dan melakukan  perluasan warehouse outbound seiring dengan peningkatan kiriman dari Mojokerto. JNE Mojokerto juga membawahi dua cabang yaitu JNE Nganjuk dan JNE Jombang. Seluruh kegiatan operasional dan pelayanan JNE Mojokerto didukung oleh 131 tenaga kerja.

Menurut Boy JNE Mojokerto secara konsisten mengalami pertumbuhan di angka 30-40% setiap tahunnya. Sebagian besar komoditas pengiriman berasal dari UKM di Mojokerto yang kini telah merambah pasar online. Beberapa diantaranya adalah produsen sepatu, baju muslim dan yang terbaru adalah sarang madu. “Hal ini menunjukkan bahwa iklim ekonomi di Mojokerto juga semakin maju, maka dari itu di HUT Kota Mojokerto yang ke 726 ini kami berharap dapat bersinergi dengan semua pihak baik pemerintah daerah maupun sektor swasta demi kemajuan kota ini” ujar Ayah dua putri ini. Maka dari itu Boy mengambil langkah strategis untuk mengembangkan infrastruktur demi pelayanan yang maksimal bagi pelanggan.

Salah satunya adalah perluasan warehouse outbound seiring dengan peningkatan jumlah kiriman dari Mojokerto ke seluruh daerah di Indonesia.

Boy juga menggagas berbagai kegiatan baik sosial maupun pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) pembagian buku cerita untuk Taman Kanak-Kanak di Mojokerto. Selain itu JNE juga menggelar kegiatan  workshop bagi UKM yaitu JNE Ngajak Online yang digelar pada Maret lalu yang mendatangkan praktisi digital marketing dari Jakarta. Sebanyak 80 UKM yang hadir diberikan pembekalan mulai dari teknik pemasaran di social media, packaging hingga teknik fotografi produk.

JNE juga menawarkan berbagai peluang bagi UKM diantaranya adalah bergabung sebagai vendor di PESONA (Pesanan Oleh-Oleh Nusantara) salah satu produk JNE yaitu marketplace khusus oleh-oleh dari seluruh Indonesia. Beberapa produk makanan khas Mojokerto yang sudah bergabung sebagai vendor adalah Kacang Telur KT Brawijaya, Onde-Onde dan Keciput Bo Liem dan Rambak Kulit UD Berkah Banyu. Selain itu pelanggan JNE juga bisa mendapatkan benefit dengan bergabung sebagai member JLC (JNE Loyalty Card). Saat ini lebih dari 600 member JLC aktif di Mojokerto memanfaatkan benefit melalui penukaran poin transaksi dengan berbagai hadiah seperti voucher belanja maupun elektronik.

Customer Care (021) 2927 8888