Kiprah JNE di 23 Tahun Kota Kupang

25 April 2019

April 2019 – Kupang merupakan ibu kota propinsi Nusa Tenggara Timur yang dikenal memiliki eksotisme yang luar biasa, bahkan mendapat julukan sebagai hidden gem di timur Indonesia. Keindahan pantainya membuat para wisatawan baik domestik maupun mancanegara berkunjung ke kota terbesar di Pulau Timor ini. Keberadaan JNE di Kupang pun yang berkembang pesat pun tak lepas dari potensi daerah yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakatnya.

JNE Kupang berdiri sejak tahun 2002 dengan lokasi awal di Jl. Kelinci No. 1 Bakunase. Pada saat itu Hasanudin Khoir mengubah rumah berukuran 200 m² menjadi sales counter sekaligus warehouse JNE. Ia bersama istrinya menjalankan proses transaksi sampai dengan distribusi paket bersama dengan tiga orang karyawan saja.

Namun, setelah tiga tahun mengemban amanah mengantarkan kebahagiaan seluruh pelanggan setianya, Hasanudin Khoir memutuskan untuk memindahkan JNE Kupang ke jalur utama di Jl. Urip Sumoharjo No. 5 Kupang pada tahun 2005 seiring jumlah paket yang semakin bertambah. Kemudian di tahun 2010 JNE Kupang memisahkan warehouse dengan sales counter agar proses operasional dapat berjalan semakin maksimal.

Saat ini, JNE Kupang dipimpin oleh salah satu srikandi JNE yaitu Emi Khilafah. Selaku Branch Manager, Emi memimpin 160 orang karyawan di berbagai lini untuk menjalankan seluruh proses bisnis JNE di Kupang. Hingga Maret 2019, JNE Kupang telah memiliki jaringan sebanyak 44 titik layanan yang tersebar sampai dengan tingkat kecamatan.

Dalam perkembangannya, JNE Kupang juga banyak terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal ini sebagai salah satu misi dimana keberadaan JNE juga harus bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya adalah kerap menggelar pelatihan gratis untuk UKM agar daya saing mereka meningkat dan menjadi pelaku e-commerce dalam negeri yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah mau pun nasional.

Pada tahun 2018 lalu, JNE Kupang kerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang memberikan pelatikan packaging bagi para UKM yang tergabung sebagai anggota Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) Kupang. Dalam kegiatan tersebut, JNE menghadirkan Delly Gunarsa dari D&D Packaging yang ahli dalam hal kemasan produk.

Kali ini dalam rangka HUT Kupang yang ke-23, JNE turut serta dalam rangkaian kegiatan yang digelar selama beberapa hari. Pada Minggu 21/4 lalu JNE mengikuti kegiatan “Karnaval Paskah Benyamin”. Acara yang digelar oleh para Jemaat Gereja Benyamin Oebufu ini sangat meriah. Selain karnaval, stand juga disediakan untuk puluhan UKM dalam acara bazar.

Dalam acara yang dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, juga diadakan launching online marketplace lokal bernama “Jemaart” yang diinisiasi oleh jemaat gereja Benyamin Oebufu. JNE turut mempresentasikan tentang membership JLC dan produk layanannya serta menginformasikan program free ongkir pada tanggal 25 April 2019 yang diadakan untuk memeriahkan hari jadi Kota Kupang.

“Kupang mengalami kemajuan yang luar biasa beberapa tahun terakhir ini, kemajuan infrastruktur salah satunya, memudahkan kami dalam mendistribusikan kiriman. Saya berharap JNE dapat bersinergi dengan seluruh lapisan masyarakat agar sektor pariwisata, pendidikan maupun perekonomian di Kupang terus meningkat” ujar Emi.

Emi juga menambahkan bahwa masyarakat di Kupang, khususnya UKM, sangat antusias terhadap program-program yang diselenggarakan oleh JNE. Banyak UKM di Kupang yang sudah menjadi vendor PESONA (Pesanan Oleh-Oleh Nusantara) yang merupakan sebuah wadah bagi UKM yang digagas oleh JNE sejak tahun 2010.

Beberapa produk khas hasil karya masyarakat Kupang yang sudah bergabung dan didukung oleh PESONA adalah adalah sei sapi, dendeng sapi, abon sapi, sambal Luat, madu, emping jagung dan kue rambut. Jumlah anggota JLC di Kupang pun sudah mencapai lebih dari 200 member aktif yang melakukan pengiriman berbagai jenis, ukuran, dan jumlah paket setiap bulannya.

Customer Care (021) 2927 8888