Membuat dan Mengembangkan Kain Ulos dari Sutera Agar Menjadi Produk Khas Nusantara

19 September 2018

September 2018 – Setiap daerah memiliki keunikan masing – masing dan hal tersebut menjadi salah satu potensi besar untuk menjadi komoditi yang dapat mendorong perekonomian. Produsen produk – produk khas pun semakin memiliki peluang di era digital saat ini untuk dapat memperluas pangsa pasar dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi.

Salah satu produk khas Sumatera Utara yang telah terkenal hingga ke seluruh nusantara mau pun dunia adalah kain ulos. JNE Medan dengan jaringannya sebanyak 431 titik layanan yang tersebar di 43 wilayah di seluruh Sumatera Utara, mulai kota Medan sampai dengan kabupaten dan kecamatan, memiliki pelanggan setia produsen kain ulos, yaitu Karsitex Ulos.

Karsitex awalnya merupakan kepanjangan dari Karl Sianipar Textile, didirikan oleh Karl Sianipar pada tahun 1935 dengan memproduksi kain tekstil berbahan katun. Mendiang Arthur Sianipar merupakan cucu dari pendiri Karsitex, Karl Sianipar. Namun di tahun 1979 usaha yang dibangun sang kakek pun harus tutup.

Arthur Sianipar mengenyam pendidikan ilmu tekstil dari Jerman, khususnya di bidang kimia tekstil. Berbekal ilmu yang dimilikinya, Ia memiliki ide serta gagasan untuk mengembangkan usaha tekstil yang dulunya dirintis sang kakek. Ia pun mulai kembali membangun usaha tekstil pertenunan ulos dengan menggunakan bahan sutera. Usahanya tetap menggunakan nama yang sama dengan usaha kakeknya, Karsitex, tetapi dengan kepanjangan yang diubah menjadi Karlos Arthuro Sianipar Textile, dan lebih dikenal orang dengan nama Karsitex Ulos by Arthuro.

Keinginan kuat mengembangkan tekstil ini dimulainya pada tahun 1986 dengan merintis usaha peternakan ulat sutera dan perkebunan daun murbei. Pada tahun 1990, Arthur Sianipar mulai dapat memproduksi benang sutera dari peternakannya sendiri, dan memulai pertenunan. Kerja kerasnya berhasil dan untuk pertama kalinya pada tahun 1993, kain ulos berbahan sutera Ia produksi serta pasarkan.

Sepeninggal Arthur Sianipar, Karlos Sianipar yang merupakan anak serta sebagai generasi keempat Karsitex, melanjutkan bisnis sang ayah. Dengan latar belakang pendidikan teknik tekstil dari Bandung, Ia optimis mampu melanjutkan dan mengembangkan usaha yang dirintis ayahnya. Pelanggannya berasal dari berbagai kalangan mulai dari pejabat, artis, hingga kaum sosialita, yang tersebar di banyak kota di Indonesia. Bahkan, Presiden Republik Indonesia keenam yaitu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono sudah menggunakan kain ulos sutera dari Karsitex Ulos secara khusus untuk dikenakan di beberapa acara kenegaraan.

“Hal ini adalah buah dari kerja keras mendiang Bapak Arthur Sianipar yang terus aktif memasarkan karyanya dengan mengikuti berbagai pameran berskala nasional dan internasional, hingga mendapatkan beragam penghargaan bergengsi dari pemerintah maupun pihak lainnya. Sebagai penerus, tentu saya berharap dapat membuat Karsitex Ulos by Arthuro dapat dikenal lebih luas lagi, salah satunya dengan memanfaatkan online platform seperti social media”, ujar Karlos saat menghadiri acara Kopiwriting yang diselenggarakan JNE di Medan, Kamis (13/9) lalu.

Kerap mengikuti pameran di dalam negeri dan memiliki pelanggan dari kalangan menengah - atas, Karlos mengakui produknya sering dipesan sebagai souvenir atau buah tangan para pelanggan untuk kerabat atau rekan mereka di berbagai negara. Ia mengatakan, “Kami memang belum melakukan penjualan dengan mengekspor produk kami ke mancanegara secara khusus, namun kami bersyukur para pelanggan kami menilai tinggi Karsitex Ulos by Arthuro sebagai produk khas nusantara untuk diberikan kepada kerabat, mitra, atau keluarga mereka di luar negeri”.

Diawali dengan penghargaan Karya Yasa dari Pemda Tk. I Sumut untuk Jasa Kepeloporan dalam Usaha Pengembangan Industri dan Industri Kecil/ Kerajinan tahun 1997, Karsitex Ulos by Arthuro kerap mendapatkan penghargaan besar lainnya, seperti Juara I Tenun Tradisional lomba Design Product Kategori Sandang pada pameran SMESCO Festival pada tahun 2003 dan masuk nominasi beberapa penghargaan bertaraf internasional.

Terkait penghargaan-penghargaan yang telah diraih, Karlos pun masih berupaya keras memajukan Karsitex Ulos by Arthuro, yang sudah lebih dari 30 tahun berkarya serta mengembangkan kain tenun ulos berbahan sutera dengan dedikasi yang tinggi, agar dapat meraih penghargaan Upakarti. Penghargaan ini adalah penghargaan tertinggi dari Pemerintah kepada perajin serta pengusaha kecil atas karya jasa pengabdian mau pun kepeloporannya dalam industri kecil juga kerajinan, dan inilah harapan yang dinantikan oleh Karlos.

Karlos juga menjelaskan tantangan besar yang Ia hadapi dalam menjalankan bisnisnya, yaitu melahirkan generasi penerus para penenun, karena kain ulos berbahan sutera merupakan karya indah yang proses pembuatannya tidak mudah. “Kami memberikan fasilitas dan pelatihan untuk para penenun muda agar produk kami dapat terus eksis dan kualitasnya terjaga. Namun, tidak sedikit yang mengundurkan diri atau menyerah karena kerumitan pembuatan kain ulos ini”, ungkap Karlos.

Selain tantangan melahirkan generasi penerus bagi para penenun, kendala lainnya yang cukup besar yang Ia utarakan adalah dari segi bahan baku, yaitu benang sutera. Karlos menyampaikan, “bahan baku yang kami hasilkan sendiri belum cukup, maka kami terpaksa harus impor guna memenuhi permintaan konsumen. Jikalau bahan baku tersebut tersedia di dalam negeri, tentu kami lebih memilih itu, namun hingga saat ini, hampir tidak ada”.

Ia berpendapat bahwa dalam hal inilah peran pemerintah diperlukan untuk melahirkan para petani sutera penghasil benang sutera berkualitas yang tidak kalah dengan produksi negara lain. “Tujuannya agar kami selaku pengrajin ulos dan sebagai pelaku UMKM dapat berinovasi lebih baik lagi dalam menghasilkan aneka ragam produk ulos sutera dengan cost yang lebih terjangkau, sehingga ulos dapat menyentuh semua lapisan masyarakat bukan hanya suku Batak, namun juga masyarakat dari berbagai suku bangsa di seluruh Indonesia, termasuk generasi millennial agar mengenal dan tertarik untuk menggunakan ulos. Saya juga berharap ulos bisa menjadi kain nasional seperti halnya batik”, paparnya.

Walaupun menggunakan online platform dalam memasarkan produknya, namun Karlos menyarankan agar para calon pelanggan yang mengetahui produk-produk Karsitex Ulos via social media, dapat langsung mengunjungi galeri miliknya di Jl. Hang Tuah No.20, Medan. Hal tersebut karena Ia ingin agar konsumen mendapatkan kain ulos yang betul-betul sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan. “Detail asli desain dan warna dari setiap produk Karsitex Ulos dapat terlihat dengan melihat secara langsung. Jangan sampai perbedaan kecil yang timbul karena kualitas foto mengurangi keindahannya dan menghasilkan persepsi yang berbeda, hingga akhirnya mengecewakan pelanggan kami”, tuturnya.

Karlos yang memiliki sebanyak 18 orang penenun dan dapat memproduksi 70 sampai dengan 80 potong kain ulos setiap bulan juga mengatakan, “Kami selalu berupaya untuk menjaga kualitas produk. Setiap ulos yang dipesan pelanggan dikerjakan dengan tingkat ketelitian yang tinggi, dengan rata-rata waktu pemesanan ulos kami selama 3 bulan. Oleh karena itu, diharapkan pada pelanggan untuk memesan kain ulos dari Karsitex Ulos minimal 3 bulan sebelum dipakai. Sedangkan untuk nilai jual kain ulos kami mulai dari 350 ribu hingga jutaan rupiah.”

Sebagai member JLC (JNE Loyalty Card), Karlos mengapresiasi JNE karena dapat mendistribusikan produknya kepada seluruh pelanggan yang berada di seluruh Indonesia, mulai dari Sumatera, sampai dengan para pelanggan di Papua. “Terima kasih kepada JNE karena telah mendukung usaha kami dari segi pengiriman, sehingga produk khas dari Sumatera Utara yaitu Karsitex Ulos by Arthuro dapat dipasarkan ke seluruh Indonesia”, ucapnya.

Fikri Al Haq, Kepala Cabang JNE Medan, mengatakan, “JNE sebagai mitra UKM terus mendukung dengan berkomitmen memberikan kualitas pelayanan prima dan melakukan langkah-langkah untuk mendorong perkembangan UKM di Medan. Hingga kini, JNE Medan secara rutin menggelar pelatihan bagi para UKM yang diselenggarakan di kabupaten-kabupaten di Sumatera Utara. Hal itu karena, sampai saat ini jumlah paket yang masuk ke Sumatera Utara jauh lebih sedikit dari paket yang keluar dari wilayah ini dengan jumlah sekitar 80% berbanding 20%. Itu artinya, masyarakat masih lebih banyak yang konsumtif, sehingga dengan semangat tagline JNE yaitu Connecting Happiness, kami berusaha agar masyarakat Sumatera Utara dapat lebih produktif dan turut berperan aktif dalam memajukan perekonomian”.

Selain itu, program promo mau pun edukasi produk juga terus dilakukan. Diperkuat dengan 790 karyawan, JNE Medan telah memiliki sekitar 3000 member JLC (JNE Loyalty Card) yang mayoritas adalah pelaku e-commerce yaitu online seller atau UKM. untuk menumbuhkan para start-up pun, JNE Medan kini mengadakan promo gratis ongkos kirim atau free ongkir untuk pelanggan setia JNE yang berstatus mahasiswa dalam melakukan pengiriman intracity (pengiriman paket dari dan tujuan di dalam kota).

Customer Care (021) 2927 8888